17/11/2007 - Indonesia
Klik disini untuk membaca seluruh berita.
Wajah Pertelevisian Indonesia: Ancaman atau Peluang?
Situasi dunia penyiaran Indonesia saat ini tidak saja seberaneka ragam rasa masakan lokal, sebanyak pulau-pulau, tetapi juga serumit upacara pernikahan. Hal ini terutama menarik bagipara investor, apalagi dengan pertumbuhan populasi yang sehat dan belanja iklan yang memikat. Dengan cakupan 10 kota di Indonesia, AGB Nielsen Media Research melaporkan survey kepemirsaan dari 42 juta pemirsa berumur 5 tahun ke atas.
Pertumbuhan TV Memecah Pemirsanya
Dengan semakin banyaknya saluran TV terrestrial, pemirsa berkesempatan lebih besar untuk menikmati siaran TV secara cuma-cuma. Efek sampingnya tentu saja sudah dapat diperkirakan: Fragmentasi. Saat ini, stasiun TV harus berjuang keras untuk mempertahankan share kepemirsaan, bahkan lebih sulit untuk meningkatkannya.
Ke Manakah Uangnya?
Cukup adil untuk mengatakan bahwa pengiklanlah yang harus membayar hiburan gratis yang dinikmati pemirsa di rumah. Para pengiklan juga harus berhadapan dengan beragam pilihan saluran, tapi pengambilan keputusan tidaklah semudah memindahkan saluran TV dengan ujung jari.
Dynamic Targets: Menemukan Penonton di Antara Bukan Penonton
Dynamic target adalah target pemirsa yang didasarkan atas perilaku menonton. Jadi, target ini bukan saja tentang pemirsa, tetapi juga mengenai mereka yang bukan pemirsa dari suatu program, paruh waktu, atau iklan tertentu.
Seminar Komunikasi dan Edukasi TAM
Kota Tujuan: Medan dan Surabaya
Setelah pelaksanaan Seminar Komunikasi dan Edukasi tentang TV Audience Measurement (TAM) di tiga kota (Bandung, Palembang, dan Makassar), Medan dan Surabaya menjadi kota tujuan berikutnya. Seminar ini (25/10 di Medan dan 13/11 di Surabaya) didukung oleh P3I (Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia), serta stasiun TV nasional dan lokal. Tujuan dari seminar ini adalah untuk berbagi pengetahuan tentang TAM dan praktik penggunaannya di dalam industri.
FAQ tentang Survei Kepemirsaan TV