2/8/2007 - Indonesia
Klik disini untuk membaca seluruh berita.
Ketatnya Pertarungan di Awal Prime Time
Prime Time boleh dibilang merupakan paruh waktu yang sangat ketat persaingan. Dengan potensi pemirsa yang paling tinggi, Prime Time biasanya sudah dimulai sejak pukul 18.00, dan kebanyakan stasiun TV menghadirkan sinetron yang tayang setiap hari. Pada kwartal 2 (April-Juni) 2007, program-program yang bersaing ketat pada paruh waktu ini antara lain adalah Intan (RCTI), Cinderella (SCTV), dan Si Entong (TPI).
Mampukah TV Lokal Bertahan di Tengah Dominasi TV Nasional?
Perolehan kue share pemirsa TV lokal di antara TV nasional menurun pada periode Januari-Juni 2007 dibandingkan periode yang sama tahun 2006, yaitu dari 2,7% menjadi 2,4%. Berdasarkan data kepemirsaan AGB Nielsen Media Research yang mencakup 10 kota besar di Indonesia dan memantau pemirsa usia 5 tahun ke atas, jika dibandingkan dengan kue share pemirsa sebesar 97,6% yang diraih oleh TV-TV nasional pada semester I 2007, perolehan tersebut tentunya sangatlah kecil. Lalu akankah TV lokal mampu bertahan di tengah dominasi TV nasional?
Menonton Sendiri atau Berdua?
Modul baru Arianna, Co-Viewing, memberikan suatu pemahaman baru bagi para pengguna data. Dengan analisis ini, pengguna bisa mengetahui siapa menonton TV bersama siapa. Informasi seperti ini menjadi sangat bermanfaat bagi para pengiklan, terutama mereka yang mentargetkan ibu dan anak-anak.
Daily Rating di 3 Kota Terbesar
Informasi daily rating yang diperkenalkan pertama kali untuk market Jakarta pada Maret 2007, kini juga mencakup Bandung dan Surabaya. Rating harian untuk Bandung sudah tersedia sejak pertengahan Juli 2007, sedangkan untuk Surabaya sejak akhir Juli 2007.
Data Pay TV Sudah Tersedia
Dengan karakteristik pemirsa yang berbeda dengan TV terestrial (Free-to-Air), informasi mengenai kepemirsaan TV berbayar (Pay TV) tentunya menjadi sangat berguna, baik bagi para pemain industri TV terestrial, TV berbayar maupun bagi para pengiklan.
Nielsen Press Club: Menginformasikan Temuan Terbaru pada Pers
Nielsen Press Club yang dibentuk pada tahun 2003, hingga saat ini terus berjalan setiap dua bulan sekali. Setiap pertemuan biasanya dihadiri oleh 15-20 jurnalis dari berbagai media, baik majalah, surat kabar, tabloid, internet, radio, maupun stasiun TV.
Seminar Komunikasi dan Edukasi tentang TAM
Sejak bulan Juni lalu, AGB Nielsen Media Research mengadakan Seminar Komunikasi dan Edukasi tentang Survei Kepemirsaan TV (Television Audience Measurement/TAM). Sebagai bagian dari program tanggung jawab perusahaan dalam berbagi pengetahuan yang berkelanjutan, seminar ini bertujuan untuk membantu keberlangsungan industri pertelevisian ke arah yang lebih positif. Target dari seminar ini adalah para akademisi dan praktisi, baik TV maupun agensi periklanan lokal. ”Banyak pihak yang berbicara tentang rating, namun hanya secara umum. Kenyataannya sebaliknya. Persentase yang dipahami banyak pihak dari istilah rating, kekuatan dan keterbatasannya sangatlah kecil,” komentar Prof. Deddy Mulyana, ahli Komunikasi dari Universitas Padjadjaran, ...